Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Minggu, 13 September 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Banten

Analisa Pengamat: APBD Banten 2025 Terancam Defisit Rp2 Triliun

Redaksi TU
Redaksi TU
Senin, 10 Maret 2025 | 20:51 WIB
Direktur Lembaga Kajian Visi Nusantara, Subandi Musbah. (Dok. Istimewa)
Direktur Lembaga Kajian Visi Nusantara, Subandi Musbah. (Dok. Istimewa)
SHARE

Tangerangupdate.com – Program-program prioritas yang diusung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Andra Soni dan Ahmad Dimyati Natakusumah, menghadapi tantangan serius.

Indikasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Banten tahun 2025 yang diperkirakan mencapai Rp2 triliun menjadi ancaman nyata.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Direktur Lembaga Kajian Visi Nusantara, Subandi Musbah, mengungkap bahwa ketidakseimbangan antara proyeksi pendapatan dan alokasi belanja menjadi pemicu utama defisit ini.

“Analisis data yang kami lakukan menunjukkan adanya peningkatan angka yang signifikan dalam proses penyusunan APBD 2025. Dari proyeksi awal sebesar Rp9,78 triliun dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), angka tersebut melonjak menjadi Rp11,54 triliun pada tahap pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) di Badan Anggaran DPRD Banten,” jelasnya pada Senin, 10 Maret 2025.

Subandi menyoroti perbedaan mencolok sebesar Rp1,75 triliun antara Kebijakan Umum APBD, Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) dan Rencana APBD (R-APBD).

Di tengah upaya efisiensi yang didorong oleh pemerintah pusat, perbedaan ini menimbulkan pertanyaan besar.

BACA JUGA:  Nalar Pandeglang Kritik Kerja Sama Pembuangan Sampah Tangsel Pandeglang

“Perlu dilakukan penelusuran mendalam terkait alokasi tambahan Rp1,75 triliun ini, terutama mengingat adanya pengurangan dana transfer dari pusat sebesar Rp70 miliar dan penurunan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor yang diproyeksikan mencapai Rp1,27 triliun,” tegasnya.

Penurunan PAD Banten ini, menurutnya, dipengaruhi oleh Surat Edaran (SE) Mendagri Nomor 900.1.13.1/6764/SJ yang melarang pemerintah daerah menaikkan tarif pajak yang dapat membebani masyarakat.

“Antisipasi terhadap potensi penurunan pendapatan ini seharusnya dilakukan sejak awal. Target pendapatan perlu disesuaikan, terutama dengan potensi kehilangan Rp1,27 triliun.

Pemerintah Provinsi dan DPRD Banten juga perlu segera melakukan koreksi dan evaluasi terhadap struktur anggaran belanja. Target yang tidak realistis hanya akan menyebabkan pemborosan sumber daya keuangan,” paparnya.

Subandi juga mengingatkan bahwa APBD Banten harus mengakomodasi program-program nasional yang didanai oleh APBD, di samping program-program prioritas Gubernur seperti sekolah gratis.

“Program-program seperti Makan Bergizi Gratis, dukungan swasembada pangan, serta pencegahan stunting dan kemiskinan ekstrem, yang merupakan bagian dari program Asta Cita Prabowo-Gibran, juga membebani keuangan daerah,” tambahnya.

BACA JUGA:  Akses Menuju Tiga Sekolah Negeri di Pamulang Ditutup Warga, Protes Sistem PPDB yang Dinilai Diskriminatif

Meskipun perencanaan dan penganggaran diawasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Monitoring Center for Prevention (MCP), Subandi menilai bahwa prinsip-prinsip tersebut belum sepenuhnya diterapkan.

Ia mengkhawatirkan dampak pembengkakan anggaran sebesar Rp1,75 triliun terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Banten, terutama jika alokasi tambahan tersebut tidak didukung oleh sumber pendanaan yang memadai.

“Jika struktur APBD 2025 tidak dievaluasi secara komprehensif, pemerintahan Banten di bawah kepemimpinan Andra Soni dan Ahmad Dimyati Natakusumah akan menghadapi tantangan yang sangat berat. Tidak hanya program prioritas Gubernur yang terancam, tetapi juga harapan masyarakat Banten,” ungkapnya.

Subandi juga menyoroti bahwa APBD Banten belum sepenuhnya menyesuaikan target dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.1/640/SJ tanggal 11 Februari 2025.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan, mengingat anggaran daerah harus difokuskan pada pencapaian target pembangunan prioritas, baik di tingkat daerah maupun nasional. Banten masih menghadapi jalan panjang untuk mewujudkan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur,” tegasnya.

“Lonjakan anggaran yang terjadi pada tahap pembahasan di badan anggaran DPRD Banten mengindikasikan adanya peran yang tidak semestinya. Seharusnya, DPRD berperan sebagai pengawas, bukan sebagai pemain,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Nalar Pandeglang Kritik Kerja Sama Pembuangan Sampah Tangsel Pandeglang
TAGGED:provinsi banten
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20260816-WA0001
IMG-20260816-WA0000
IMG-20260817-WA0000
IMG-20260816-WA0002
IMG-20260816-WA0003
IMG-20260810-WA0002

Terpopuler

Pengampanye Urban Berkeadilan Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Nasional, Wahyu Eka Styawan / Dok. Unair

Walhi Desak Pemerintah Tutup TPST Abu & co yang Berada di Sempadan Sungai Cisadane

Foto: Ilustrasi/istimewa

Bahan Bakar Reaktor Nuklir di Serpong Disebut Habis, Bapeten Soroti Aset INUKI

Rapat Pembahasan Bersama Beberapa Pihak Terkait Pencegahan Kebakaran TPA Cipeucang/ Dok. Tu

Cipeucang Dijaga 24 Jam, Pemkot Tangsel Cegah Kebakaran Lahan

Foto: istimewa

Polisi Amankan 4 Motor Diduga Hendak Balap Liar di Puspemkab Tangerang

Foto: Humas Polresta Tangerang

Persija vs Persib, Polisi Pantau Pergerakan Suporter dan Lokasi Nobar di Tangerang

konpers PMJ soal kasus penganiayaan bambang setiawan pedagang cermin pejompongan / Dok. Ist

Polda Metro Jaya Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Kematian Pedagang Kaca Bambang Setiawan

Berita Terkait

Ilustrasi Speedboat yang hilang kontak membawa jurnalis saat meliput aktivitas Anak Krakatau/ Dok. TU
Banten

Speedboat Bawa 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda saat Liput Gunung Anak Krakatau

Foto:acara program Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan untuk Indonesia (PEKEN) Jasindo di Alun-alun Pandeglang | Dok. Istimewa
Banten

PEKEN Jasindo Gandeng 3.000 Warga Pandeglang Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Banten

Menjaga Tradisi, Menguatkan Kehidupan: Jasindo Hadir untuk 411 Keluarga Masyarakat Baduy

Gedung LPTQ yang terletak di Kecamatan Pamulang/ Foto : Danang
Banten

Dapat Hibah Hingga 11 Milyar LPTQ Puasa Juara MTQ Provinsi Banten Terakhir 2021

Tangkapan Layar Gedung DPRD Kabupaten Lebak / Dok. TU
Banten

Ironi, Tunjangan Rumah dan Transportasi DPRD Lebak Capai Rp21,4 Miliar, Bantuan Perbaikan Rumah Warga Miskin Hanya Rp5,34 Miliar

Atlet judo Kota Tangerang merayakan kemenangan usai memastikan gelar juara umum di POPDA Banten 2026. | Dok. Dispora Kota Tangerang
Banten

Kota Tangerang Dominasi POPDA XII Banten 2026, Emas Tembus 90

Foto: pemantauan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional | Tangerangupdate.com
Banten

Harga Kebutuhan Pokok di Kabupaten Serang Stabil Pasca Idul Adha 2026, Tomat Naik Tipis

Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah saat di wawancarai oleh Wartawan di Kp3b / Foto : Dok. TU
Banten

Wagub Banten Akui Pembayaran PKB di Luar RKUD, Akademisi: Berpotensi Ilegal

Jangan Lewatkan

Foto: Ilustrasi/istimewa

Dugaan Foto Guru Diam-diam, Oknum PPPK Tangsel Disebut Adik Pimpinan DPRD

Senin, 7 September 2026
Foto: dua pria diduga debt colletor yang dilaporkan cekcok saat hendak menarik paksa sepeda motor di Karawaci | Dok. Istimewa

Cekcok hingga Tarik-menarik Motor, Dua Pria Diduga Debt Collector Ditangkap Polisi

Kamis, 10 September 2026
Foto: terduga pelaku penjual obat keras di Rajeg | Dok. Istimewa

Polisi Tangkap Pemuda Diduga Pengedar Obat Keras Ilegal, 505 Butir Hexymer Disita

Senin, 7 September 2026
Foto: Istimewa

Dewi Asmara Dorong Sistem Deteksi Dini TPPO di Bandara Soekarno-Hatta

Jumat, 11 September 2026
Foto: kondisi kemacetan di persimpangan Jalan Aria Putra, Serua, Ciputat | Dok. Istimewa

Kemacetan di Pertigaan Jalan Aria Putra Serua Kian Dikeluhkan Warga

Rabu, 9 September 2026
Foto: istimewa

Dua Jam Usai Curi Motor di Karawaci, Dua Pria Diciduk Polisi, Satu Ditembak Gegara Melawan

Sabtu, 12 September 2026
Foto: pria yang diduga mirip dengan Dimyati Natakusumah

Wagub Banten Diterpa Isu Miring Terkait Kehidupan Pribadi di Tangsel

Sabtu, 12 September 2026
Foto: aktivis Tangerang, Gilang Purnama usai memberikan keterangan laporan atas dugaan kredit fiktif BPR Kerta Raharja Gemilang | Dok. Tangerangupdate.com

Aktivis Tagih Kepastian Kejari Kabupaten Tangerang soal Laporan Dugaan Penyimpangan BPR Kerta Raharja Gemilang

Jumat, 11 September 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp