Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Jumat, 23 Oktober 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Tekan Angka DBD Melalui Pembatasan Timbulan Sampah Rumah Tangga di Tangerang Selatan

Redaksi TU
Redaksi TU
Rabu, 14 Juni 2023 | 12:26 WIB
SHARE

Opini | Produksi sampah di Tangerang Selatan mengalami kenaikan yang signifikan tiap tahunnya, sampah rumah tangga menjadi sumber sampah tertinggi di Tangerang Selatan sebesar 904,90 ton per tahun. Tempat pembuangan sampah akhir yang berlokasi di Cipeucang, Serpong dianggap sudah tidak bisa menampung sampah dari Tangerang Selatan yang tiap hari menghasilkan sampah 800 hingga 1000 ton per hari, karena lahan untuk menampung sampah semakin kritis.

Pada saat ini, TPA Cipeucang hanya bisa menggunakan satu zona pembuangan atau landfill dari tiga zona pembuangan yang ada. Zona pembuangan atau landfill yang dapat digunakan sebagai lahan untuk menampung sampah pada saat ini yaitu zona tiga dengan luas 0,8 hektar, batas tinggi timbunan hanya 15 meter, berkapasitas 123.000 meter kubik. Setiap harinya ada sekitar 400 ton sampah yang dibuang ke TPA Cipeucang. Ketinggian timbunan sampah di zona tiga sudah mencapai batas tinggi maksimal, sehingga tata letak sampah diatur agar ada space yang tersedia.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Efek samping yang ditimbulkan akibat dari tumpukan sampah yaitu dapat memicu adanya penyakit, salah satunya DBD. Faktor lingkungan memiliki pengaruh terhadap kejadian DBD, lingkungan yang kotor dan banyaknya tumpukan sampah akan menjadi tempat tinggal dan berkembang biak yang ideal bagi nyamuk demam berdarah dengan kondisi curah hujan yang rendah.

BACA JUGA:  Disinyalir Rugi 8,2 Milyar, Pengamat Minta Investasi Pemkot Tangsel di Bjb di Audit

Kondisi lingkungan yang buruk, seperti saluran pembuangan air limbah yang tersumbat, banyaknya genangan air di jalan, serta timbulan sampah yang menumpuk menjadi sarana perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Faktor iklim mempengaruhi kejadian DBD, terutama curah hujan. Curah hujan yang rendah dalam kurun waktu yang lama dapat menambah tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Berdasarkan penelitian Ariati, J., & Musadad, D. A. (2013) bahwa terdapat hubungan antara curah hujan dengan kejadian DBD.

Selama ini, persoalan timbunan sampah diatur oleh Pemerintah sebagai pemangku kebijakan pada peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 50 tahun 2017. Namun, peraturan tersebut belum bisa menyelesaikan permasalahan tersebut. Pada Pasal 4 ayat 1 huruf a tentang pembatasan timbulan sampah menjelaskan bahwa “Pengurangan sampah meliputi kegiatan pembatasan timbulan sampah”.

Namun, pada pasal ini tidak menjelaskan pembatasan timbulan sampah yang harus dimaksimalkan. Sedangkan pada Peraturan Gubernur Banten Nomor 23 tahun 2022 pasal 5 ayat 1 huruf a menjelaskan bahwa “pengurangan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga sebesar 30% (tiga puluh persen) dari angka timbulan sampah sejenis sampah rumah tangga sebelum adanya kebijakan dan strategi nasional pengurangan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga di tahun 2025”.

Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, diperlukan revisi terkait peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 50 tahun 2017 pasal 4 ayat 1 huruf a dengan menambahkan ketentuan berapa persen pembatasan timbulan sampah yang berdasarkan pada peraturan Gubernur Banten Nomor 23 tahun 2022 pasal 5 ayat 1 huruf a.

Oleh : Hanissa (Mahasiswi Peminatan Promosi Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Jakarta)

TAGGED:Opinitangerang selatantangsel
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20260816-WA0001
IMG-20260816-WA0000
IMG-20260817-WA0000
IMG-20260816-WA0002
IMG-20260816-WA0003
IMG-20260810-WA0002

Terpopuler

Kerap Terjebak Macet di Pamulang? Ternyata Ini Penyebab Arus Siliwangi – Puspitek Tersendat

Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka menyoroti dugaan lambatnya pengundangan sejumlah undang-undang yang telah disahkan DPR. | Dok. Tangerangupdate.com

Rieke Desak Prabowo Evaluasi Birokrasi, Soroti Lambatnya Pengundangan UU

Persidangan Sengketa Masa Jabatan Sekda Tangsel di PTUN Serang / Dok. TU

Feri Amsari Jadi Saksi Ahli dalam Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel

Warga Serpong Lagoon membeli air minum galon imbas kasus E.coli. | Dok.TU

Imbas Kasus E. coli, Warga Serpong Lagoon Habiskan Rp200 Ribu Sehari untuk Air Galon

Lokasi : Serpong Lagoon

Kasus Air Tercemar EColi di Serpong Lagoon, Korban Bertambah Jadi 176 Orang

Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan | Dok. Tangerangupdate

Gudang yang Meledak di Pasar Cimanggis, Pemkot Sebut Tak Berizin

Berita Terkait

Tangkapan layar sampah di Bantaran Kali Jaletereng di Keluhkan Warga / Dok. TU
Kota Tangsel

Warga Keluhkan Tumpukan Sampah di Bantaran Kali Jaletreng Tangsel

Foto: aksi massa HmI Cabang Ciputat | Dok. istimewa
Kota Tangsel

HMI Cabang Ciputat Desak Menteri Perhutanan Dicopot

Prose pengupasan atau scraping Jalan Rawa Buntu oleh Bina Marga Tangsel/ Dok. TU
Kota Tangsel

Perbaikan Jalan Rawa Buntu Ditargetkan Rampung Dua Pekan

Foto: Lokasi TPST Abu & Co/Dok. TU
Kota Tangsel

Akademisi UI Peringatkan Bahaya Sampah Covid yang Berada di TPST Abu & Co Temuan PPLH

Foto: proses pendinginan kebakaran lahan di sekitar TPA Cipeucang | Dok. Tangerangupdate.com
Kota Tangsel

Lahan Ilalang di Sekitar TPA Cipeucang Tangsel Terbakar, Api Padam dalam Sejam

Foto: ilustrasi/freepik
Kota Tangsel

Viral di Media Sosial, Perempuan Mengaku Nyaris Jadi Korban Pelecehan saat Lari di Bundaran Alam Sutera

Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Dugaan Praktik Percaloan di UPTD PKB Tangsel Mencuat, Oknum Ngaku Bisa Pangkas Antrean

Kepolisian mensterilkan area bangunan terdampak serta menerjunkan unit teknisi bom guna melakukan olah TKP dan mengusut penyebab pasti ledakan yang menewaskan dua orang di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (14/10/2026) malam. | Dok. Tangerangupdate
Kota Tangsel

Dua Tewas Usai Ledakan Guncang Pasar Cimanggis

Jangan Lewatkan

Presiden Prabowo Subianto | Foto : Kantor Staff Presiden RI

Ekonomi Rumah Tangga Tertekan, Warga Minta Pemerintahan Prabowo-Gibran Lebih Peka

Kamis, 22 Oktober 2026
Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan | Dok. Tangerangupdate

Gudang yang Meledak di Pasar Cimanggis, Pemkot Sebut Tak Berizin

Jumat, 23 Oktober 2026
Lahan Tambang di Salah Satu Kecamatan di Kabupaten Lebak/ Dok. M.Iqbal

RTRW Lebak Disorot, Zonasi Tambang Bersinggungan dengan Kawasan Rawan Bencana

Rabu, 21 Oktober 2026
Foto: istimewa

Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Perkuat Zona Integritas Menuju WBBM

Rabu, 21 Oktober 2026
Tangkapan layar sampah di Bantaran Kali Jaletereng di Keluhkan Warga / Dok. TU

Warga Keluhkan Tumpukan Sampah di Bantaran Kali Jaletreng Tangsel

Kamis, 22 Oktober 2026
Warga Serpong Lagoon membeli air minum galon imbas kasus E.coli. | Dok.TU

Imbas Kasus E. coli, Warga Serpong Lagoon Habiskan Rp200 Ribu Sehari untuk Air Galon

Jumat, 23 Oktober 2026
Foto: Olah TKP gerai handphone yang dibobol maling di Tigaraksa | Dok. Istimewa

Gerai Handphone di Tigaraksa Dibobol Maling, 41 Handphone dan 3 TV Raib

Sabtu, 17 Oktober 2026
Foto : Istimewa

Bedolan Pamarayan Kembali Digelar, Bupati Serang Ingatkan Warga Utamakan Keselamatan

Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp