Tangerangupdate.com – Polresta Tangerang mendalami informasi penyebab seorang pria tewas tenggelam di Sungai Kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Sukadiri, diduga karena menghindari kerusuhan.
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menyatakan jika informasi tersebut masih dalam tahap pendalaman pihaknya.
“Informasi-informasi yang beredar tentu kami tampung dan kami dalami. Saat ini kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta fakta di lapangan untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh,” kata dikutip Senin 5 Januari 2026.
Dia menambahkan, berdasarkan keterangan saksi-saksi yang telah diperiksa, korban memang diketahui tenggelam di sungai tersebut. Namun, kepolisian belum dapat menyimpulkan lebih jauh terkait dugaan adanya peristiwa lain sebelum korban tercebur ke sungai.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil pendalaman resmi dari kepolisian. Setiap informasi akan kami klarifikasi berdasarkan fakta dan bukti,” pungkasnya.
Sebelumnya, seorang warga Kampung Gintung, Desa Gintung, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, ditemukan meninggal dunia di Kali Item, kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, pada Jumat 2 Januari 2025, siang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan korban sebelumnya dilaporkan tenggelam sejak Rabu 31 Desember 2025. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah dilakukan pencarian selama dua hari.
“Korban berhasil ditemukan pada Jumat sekitar pukul 14.00 WIB oleh tim gabungan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Taufik melalui keterangan tertulis.
Menurut Taufik, peristiwa tersebut bermula pada Rabu 31 Desember, sekitar pukul 12.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, korban yang berinisial A saat itu sedang berada di sebuah warung di depan TPA Jatiwaringin bersama saksi.
“Tiba-tiba datang beberapa pemuda menghampiri diduga karena ketakutan akan kerusuhan,” terangnya.
Dalam kondisi panik, saksi dan korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah sungai dan menceburkan diri ke sungai di sekitar kawasan TPA Jatiwaringin.
“Saksi berhasil menyebrangi sungai dan naik ke daratan tetapi korban tidak berhasil menyebrang sungai diduga tenggelam dan terseret arus,” tambahnya.


