Tangerangupdate.com – Rifal, pemuda Desa Karet, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, mengaku mendapat tekanan dan intimidasi setelah menyuarakan dugaan permasalahan pada pembangunan drainase U-Ditch yang dibiayai melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
Rifal mengaku bahwa dugaan intimidasi tersebut ia dapat melalui aplikasi pesan singkat. Pesan dikirim diduga oleh Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).
“Saya menerima pesan yang mengarah kepada pengancaman,” terangnya, Senin 5 Januari 2026. “Ngerti kaga lu t*l*l standarisasinya. Gua cari lu mau kabur ke Tangsel, ke Garut, atau ke mana juga,” katanya menirukan pesan singkat tersebut. “Lu mah sepele Pal,” ujarnya menirukan pesan yang lain.
Ripal mengaku menyesalkan perbuatan dugaan intimidasi tersebut. Ia bahkan menilai bahwa komunikasi itu tidak mencerminkan iktikad baik dalam menyelesaikan persoalan pembangunan infrastruktur yang sebelumnya telah disorot masyarakat.
“Kami hanya menyampaikan fakta di lapangan terkait kondisi drainase yang amblas. Kritik itu disampaikan secara terbuka dan bertujuan mendorong evaluasi. Namun justru dibalas dengan pesan bernada intimidatif,” sesal Rifal.
Menurut Rifal, kritik yang disampaikan tidak pernah ditujukan untuk menyerang secara personal maupun menjatuhkan pihak tertentu. Ia menegaskan bahwa sorotan tersebut murni demi keselamatan warga, mengingat drainase U-Ditch berada di jalur aktif yang dilalui kendaraan setiap hari.
“Kami tidak mempersoalkan siapa yang membiayai, apakah CSR atau bukan. Yang kami soroti adalah kualitas dan keamanan hasil pembangunan. Jika memang sesuai spesifikasi, seharusnya tidak perlu ada respons bernada tekanan,” ujarnya.
Ia menilai, munculnya pesan bernada ancaman justru memperkuat bahwa proyek tersebut harus dievaluasi secara terbuka. Menurutnya, ruang kritik publik tidak boleh dibungkam dengan cara apa pun.
“Kritik masyarakat adalah bagian dari kontrol sosial. Menyikapi kritik dengan intimidasi bukan solusi, justru memperkeruh persoalan,” tambahnya.
Terpisah, Ketua LPM Desa Karet, Ramly Irawan membantah dugaan intimidasi yang diduga dilakukan olehnya. Menurutnya pesan yang ia sampaikan hanya ajakan kepada pemuda Desa Karet tersebut untuk bertemu langsung.
“Mengancam bagaimana? Saya mau ajak beliau ketemu, saya tidak ada kata mengancam. Saya hanya mengatai dia otak kosong dan lain-lain. Dan tidak ada mengancam,” katanya saat dihubungi.

