Tangerangupdate.com (10/08/2022) | Kabupaten Tangerang — Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DP2A) Kabupaten Tangerang, Asep Suherman menyayangkan insiden perkelahian yang mengakibatkan satu orang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Daar El Qolam, Jayanti, meninggal dunia.
Asep mengatakan, seharusnya perkelahian berujung kematian tersebut tidak terjadi di lingkungan pendidikan, terlebih pada pondok pesantren. Maka dari itu, dirinya meminta agar pengurus Ponpes untuk mengevaluasi proses pengawasan santri di lingkungannya.
“Dengan kejadian ini, harapan saya memang mau tidak mau Ponpes harus mengevaluasi tenaga asuh,” katanya kepada kantor berita Tangerangupdate.com, Selasa (09/08/2022).
Terkait hal itu, dirinya mengaku akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag). Hal itu katanya, dilakukan demi mencegah kejadian serupa di masa yang akan datang.
“Kami juga akan koordinasi dengan Kemenag supaya berkolabirasi agar bisa memberikan himbauan kepada santri santriwati di pondok pesantren supaya tidak lagi terjadi hal hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.
Sebelumnya, seorang santri berinisial BD (15) ditemukan tewas di Pondok Pesantren Daar El Qolam, Jayanti, Kabupaten Tangerang pada Minggu (07/08/2022) siang. Ia diduga tewas usai berkelahi dengan santri lainnya.
Kapolsek Cisoka, AKP Nurrokhman menjelaskan, kronologi tewasnya santri tersebut dipicu oleh hal sepele. Saat itu, korban yang sedang berada di dalam kamar mandi dibuat kesal oleh pelaku karena diduga sengaja mendorong pintu hingga mengenai bagian tubuh korban.
Tak terima dengan perbuatan tersebut, korban lantas berkelahi dengan pelaku. “Sempat berkelahi dua kali dengan temannya yang tak lain pelaku itu sendiri. Pagi sama sore (mereka) berkelahi,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (10/08/2022).