Tangerangupdate.com – Sejumlah orang tua siswa SMP di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum sesuai harapan.
Keluhan mencuat setelah beredarnya foto paket makanan yang disebut-sebut merupakan jatah MBG untuk enam hari. Dalam foto tersebut terlihat sejumlah bahan makanan seperti roti tawar, tiga butir telur, pisang, jeruk, kurma, keripik tempe, serta beberapa bahan lain yang dikemas dalam plastik.
Orang tua siswa mempertanyakan kelayakan paket tersebut jika benar diperuntukkan selama enam hari. Mereka menilai secara kuantitas maupun kualitas, isi paket tersebut tidak sebanding dengan kebutuhan gizi siswa SMP dalam kurun waktu hampir satu pekan.
“Jika benar ini untuk enam hari, rasanya kurang masuk akal. Kami bukan tidak bersyukur, tapi ini menyangkut kebutuhan gizi anak-anak,” ujar salah satu orang tua siswa.
Kantor berita Tangerangupdate.com telah berupaya mengkonfirmasi menu tersebut kepada pemilik SPPG. Namun hingga kini, belum ada penjelasan mengenai hal itu.
Sebelumnya, dikutip dari berbagai sumber, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkap jika jatah menu MBG Rp 8.000–10.000 per porsi, bukan Rp 15 ribu. Anggaran Rp 13 ribu untuk balita hingga kelas III SD, dan Rp 15 ribu untuk anak kelas IV SD ke atas hingga ibu menyusui. Hal tersebut menurutnya, tidak seluruhnya untuk bahan makanan.
Sebanyak Rp 3.000 per porsi untuk operasional dan insentif, serta Rp 2.000 per porsi untuk sewa lahan, bangunan, dan peralatan. Dalam juknis 401, Rp 2.000 itu menjadi insentif fasilitas SPPG Rp 6 juta per hari, dengan asumsi 3.000 penerima per SPPG. BGN terbuka atas laporan jika ada ketidaksesuaian anggaran.

