Tangerangupdate.com – Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid merespons santai kritik mahasiswa yang memberikan “rapor merah” atas satu tahun masa kepemimpinannya di Kabupaten Tangerang.
Alih-alih tersinggung, Maesyal menyampaikan apresiasi atas penilaian tersebut. Ia menganggap kritik sebagai bagian dari dinamika demokrasi.
“Saya terima kasih ya, kalau sudah diberikan rapor merah,” ujarnya kepada Tangerangupdate.com saat ditemui di Pendopo Bupati Tangerang, dikutip Kamis 26 Februari 2026.
Meski demikian, ia mempertanyakan dasar penilaian yang diberikan mahasiswa. Menurutnya, selama menjabat sebagai bupati, dirinya telah bekerja maksimal tanpa mengenal hari libur.
“Mereka (mahasiswa) menilainya dari sisi apa?, mereka menilainya mungkin saya tidak berbuat apa-apa selama ini,” katanya.
Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang itu menjelaskan, sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama dalam setahun kepemimpinannya.
Ia memaparkan sejumlah program yang telah dijalankan, di antaranya sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP swasta yang diterapkan secara bertahap.
Selain itu, Pemkab Tangerang juga meluncurkan program beasiswa bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pada 2025, sebanyak 235 mahasiswa mendapatkan pembebasan biaya kuliah, termasuk kesempatan menempuh pendidikan hingga ke luar negeri.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga mengalokasikan peningkatan kompetensi bagi 400 guru PAUD melalui program pendidikan lanjutan pada 2025.
Maesyal mengklaim, berbagai program tersebut telah dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu. Ia menyebut, sejumlah orang tua siswa penerima manfaat bahkan terharu saat menyampaikan terima kasih kepadanya.
“Jadi program itu untuk anak-anak yang orangtuanya terbatas ekonominya. Dia (orangtua murid) sampai nangis dengan saya,” paparnya.
Ke depan, Maesyal memastikan program pendidikan tersebut akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan, termasuk penambahan kuota penerima manfaat pada 2026.
“Nanti 2026 ditambah lagi. Ini sebagai awal kami supaya anak-anak ini bisa sekolah, jangan sampai anak-anak Kabupaten Tangerang ini tidak sekolah, jangan sampai putus sekolah,” pungkasnya.

