Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Rabu, 7 Januari 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
MetropolitanKota Tangsel

Anggaran Kebersihan DLH Tangsel Capai Rp22,3 Miliar, Pengamat : Harus Dibuka ke Publik

Juno
Jumat, 2 Januari 2026 | 20:39 WIB
Tumpukan Sampah di Pasar Ciputat Tidak Diangkut, Ditengah Besarnya Anggaran Bidang Kebersihan DLH Tangsel/ Foto : Juno
Tumpukan Sampah di Pasar Ciputat Tidak Diangkut, Ditengah Besarnya Anggaran Bidang Kebersihan DLH Tangsel/ Foto : Juno
SHARE

Tangerangupdate.com – Pengadaan barang di Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada tahun anggaran 2025 disinyalir menelan anggaran lebih dari Rp22,3 miliar.

Namun, besarnya belanja tersebut dinilai belum berdampak signifikan terhadap penanganan persoalan sampah di wilayah tersebut.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Berdasarkan penelusuran data pengadaan, tercatat sedikitnya 1.007 paket pengadaan barang di Bidang Kebersihan DLH Tangsel sepanjang 2025.

Sejumlah belanja tersebut antara lain pengadaan tutup lubang biopori senilai Rp175,9 juta, pengadaan ember maggot F1 untuk kecamatan dan kelurahan sebesar Rp28 juta.

Serta belanja modal kendaraan bermotor roda tiga (motor roda tiga F1 hasil Musrenbang kecamatan dan kelurahan) senilai Rp2,1 miliar.

Selain itu, DLH Tangsel juga merealisasikan belanja barang untuk diserahkan kepada masyarakat berupa bak motor roda tiga senilai Rp180 juta.

Ada pula belanja alat tulis kantor berupa spanduk bank sampah senilai Rp40,2 juta, serta belanja karung bekas dengan nilai masing-masing Rp99,9 juta dan Rp72 juta.

Tak hanya itu, anggaran juga dialokasikan untuk pembangunan dan pengadaan fasilitas rumah kompos.

BACA JUGA:  BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Banten akibat Bibit Siklon 93S Akhir Desember

Di antaranya belanja modal bangunan pembuatan Rumah Kompos di Kelurahan Parigi, Kecamatan Pondok Aren senilai Rp397 juta, belanja modal mesin proses rumah kompos Rp379,3 juta.

Pengadaan mesin pencacah sampah (mesin gibrik) Rp179,9 juta, belanja gergaji chainsaw Rp41,9 juta, pembelian tangga Rp23,9 juta, serta pengadaan kacamata safety senilai Rp10,5 juta.

Namun, besarnya anggaran tersebut dinilai tidak sebanding dengan kondisi pengelolaan sampah di Kota Tangsel.

Dalam beberapa waktu terakhir, persoalan sampah justru semakin mencuat di berbagai wilayah, hingga akhirnya Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menetapkan status tanggap darurat pengelolaan sampah.

Peneliti RIGHTS (Research Public Policy & Human Rights), Zidna Aenun Aziz, menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola anggaran kebersihan di Kota Tangsel.

Menurutnya, besarnya anggaran seharusnya mampu memberikan dampak nyata terhadap pengurangan timbulan sampah dan peningkatan layanan kebersihan.

“Anggaran puluhan miliar rupiah itu seharusnya berbanding lurus dengan perbaikan kondisi lingkungan, ini anggaran besar namun hasil justru nihil, masyarakat tidak menerima dampaknya” selain itu Zidna juga mengatakan.

BACA JUGA:  Pemkot Tangsel Larang Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru

“Jika faktanya justru berujung pada status tanggap darurat sampah, maka perlu dievaluasi secara menyeluruh, baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan anggaran,” kata Zidna.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan barang di DLH Tangsel. Menurutnya, publik berhak mengetahui sejauh mana efektivitas program kebersihan yang dibiayai dari APBD.

“Pemerintah daerah perlu membuka data realisasi program secara rinci dan memastikan pengadaan tidak hanya formalitas belanja, tetapi benar-benar menjawab persoalan sampah yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait besarnya anggaran dan realisasi program kebersihan, Kepala DLH Kota Tangsel, Bani Khosyatulloh, mengaku tidak mengetahui secara rinci belanja dan anggaran di Bidang Kebersihan.

“Datanya enggak tahu persis. Yang tahu persis nanti JF (kepala bidang)-nya,” ujar Bani saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (2/1/2026).

Bani juga mengakui bahwa pelaksanaan program di Bidang Kebersihan DLH Tangsel sepanjang 2025 belum berjalan optimal.

“Yang 2025 yang jelas belum optimal,” katanya.

Kondisi ini semakin memperkuat sorotan publik terhadap efektivitas penggunaan anggaran kebersihan DLH Tangsel, khususnya di tengah kebijakan status darurat sampah yang kini diterapkan pemerintah daerah.

Editor & Reporter
Editor: Jupry Nugroho
Reporter: Juno
TAGGED:sampahtangerang selatantangsel
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20251218-WA0006

Terpopuler

Pemuda yang mengkritik proyek U-Ditch yang amblas, mengaku ditekan Kepala Desa Karet untuk meralat kritiknya | Foto: Kantor Desa Karet/Istimewa

Pemuda Desa Karet Diduga Ditekan Kades Agar Minta Maaf Setelah Kritik Proyek Drainase

Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid (kanan) saat memimpin Apel Perdana Awal Tahun 2026 yang diikuti oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, dan seluruh ASN di Lapangan Raden Aria Yudhanegara | Dok. Istimewa

Bupati Tangerang Minta ASN Tak Anti Kritik dan Responsif Layani Masyarakat

Pemuda Desa Karet, Kecamatan Sepatan, mengaku mendapat intimidasi setelah mengkritisi proyek pembangunan drainase di wilayahnya | Dok. Istimewa

Usai Kritik Proyek Drainase, Pemuda Desa Karet Ngaku Diintimidasi Orang Desa

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan (kiri) dan Kepala Kejari Tangsel, Apreza Darul Putra (kanan) setelah rapat ekspose permohonan pendapat hukum (legal opinion) terkait proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) | Dok. Istimewa

Pemkot Tangsel Gandeng Kejari Bahas Proyek PSEL

Seorang Warga Bukit Nusa Indah Sedang Membuat Komposter dari Tong Bekas / Foto : Juno

Di Tengah Krisis Sampah Tangsel, Warga Perumahan Bukit Nusa Indah Ciputat Bergerak, Buat Komposter dari Tong Air

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menyatakan jika informasi tersebut masih dalam tahap pendalaman pihaknya | Dok. Istimewa

Polisi Selidiki Kematian Pria di Sungai TPA Jatiwaringin, Diduga Hindari Kerusuhan

Berita Terkait

Kota Tangsel

Polres Tangsel Tetapkan Ayah Kandung sebagai Tersangka Kekerasan terhadap Bayi hingga Meninggal

Kota Tangsel

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Ledakan Gedung Nucleus di Pondok Aren

Warga Cluster Alegria Park, Bumi Serpong Damai (BSD), Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menunjukkan volume air PAM yang sangat kecil dan tidak normal | Foto: Tangkapan/Tangerangupdate.com
Kota Tangsel

Warga BSD Ngeluh, Dua Bulan Air Pam Kecil Meski Lancar Bayar IPL

Kantah Tangsel Seto (Memegang Mic) bersama kepala Kejari Tangsel dan Wakil Walikota Tangsel/ Foto : TU
Kota Tangsel

Sambut 2026, Kantor Pertanahan Tangsel Perkuat Layanan dan Targetkan Zero Tunggakan

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyampaikan bahwa nilai kompensasi ditetapkan sebesar Rp250 ribu per Kepala Keluarga (KK) setiap bulan | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Warga Cipeucang Bakal Terima Kompensasi Rp250 Ribu Perbulan

Sidak dilakukan menyusul dugaan penyerobotan sempadan Situ Ciledug atau yang juga dikenal sebagai Situ Tujuh Muara, di Pamulang, Tangsel | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

PUPR Banten Sidak Pembangunan Mitra 10 Pamulang, Diduga Serobot Sempadan Danau

Pelarangan pesta kembang api pada malam pergantian tahun 2025/2026 disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Pemkot Tangsel Larang Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru

Sosialisasi Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Dinas Lingkungan Hidup Tangsel Gelar Sosialisasi Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Jangan Lewatkan

Korban ditemukan meninggal dunia setelah dua hari proses pencarian pasca dilaporkan tenggelam di sungai kawasan TPA Jatiwaringin, Sukadiri | Dok. Istimewa

Hindari Kerusuhan, Warga Sukadiri Tenggelam Lalu Tewas di Kali Item Jatiwaringin

Jumat, 2 Januari 2026
Seorang Warga Bukit Nusa Indah Sedang Membuat Komposter dari Tong Bekas / Foto : Juno

Di Tengah Krisis Sampah Tangsel, Warga Perumahan Bukit Nusa Indah Ciputat Bergerak, Buat Komposter dari Tong Air

Senin, 5 Januari 2026
Pemuda Desa Karet, Kecamatan Sepatan, mengaku mendapat intimidasi setelah mengkritisi proyek pembangunan drainase di wilayahnya | Dok. Istimewa

Usai Kritik Proyek Drainase, Pemuda Desa Karet Ngaku Diintimidasi Orang Desa

Senin, 5 Januari 2026
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan (kiri) dan Kepala Kejari Tangsel, Apreza Darul Putra (kanan) setelah rapat ekspose permohonan pendapat hukum (legal opinion) terkait proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) | Dok. Istimewa

Pemkot Tangsel Gandeng Kejari Bahas Proyek PSEL

Senin, 5 Januari 2026

Polres Tangsel Tetapkan Ayah Kandung sebagai Tersangka Kekerasan terhadap Bayi hingga Meninggal

Jumat, 2 Januari 2026
Konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan penjaga konter handphone yang ditemukan di semak-semak pinggir Jalan Kampung Jantungeun, Jambe, Kabupaten Tangerang | Dok. Istimewa

Tersangka Pembunuhan Pemuda di Pinggir Jalan Jambe Terancam Hukuman Mati

Jumat, 2 Januari 2026
Tumpukan Sampah di Pasar Ciputat Tidak Diangkut, Ditengah Besarnya Anggaran Bidang Kebersihan DLH Tangsel/ Foto : Juno

Anggaran Kebersihan DLH Tangsel Capai Rp22,3 Miliar, Pengamat : Harus Dibuka ke Publik

Jumat, 2 Januari 2026
Warga Cluster Alegria Park, Bumi Serpong Damai (BSD), Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menunjukkan volume air PAM yang sangat kecil dan tidak normal | Foto: Tangkapan/Tangerangupdate.com

Warga BSD Ngeluh, Dua Bulan Air Pam Kecil Meski Lancar Bayar IPL

Kamis, 1 Januari 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp