Tangerangupdate.com – Sejumlah warga Desa Sukaasih, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan pencemaran lingkungan berupa polusi udara yang diduga berasal dari aktivitas pabrik peleburan logam di wilayah mereka.
Keluhan itu mencuat setelah seorang balita dilaporkan mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga pneumonia dan harus menjalani perawatan.
Muhamad Rizki Romdoni, warga setempat yang juga aktif dalam advokasi lingkungan, menuturkan bahwa keresahan masyarakat terhadap aktivitas pabrik tersebut sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Namun, perhatian kembali meningkat setelah adanya laporan warga terkait kondisi kesehatan anaknya.
“Memang selama ini juga sudah kita perhatikan mengenai dugaan adanya pencemaran lingkungan. Dan kebetulan beberapa waktu lalu ada aduan masyarakat yang mana anaknya yang masih balita itu terkena ISPA atau pneumonia ya,” katanya ketika ditemui di bilangan Suvarna Sutera, Selasa 14 April 2026.
Menurutnya, laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengumpulan data oleh tim advokasi. Mereka mendokumentasikan aktivitas pabrik yang diduga melakukan pembakaran material berbahan aluminium.
“Kami melakukan pengumpulan data yang mana pengumpulan data tersebut adanya video dan juga dokumentasi tentang aktivitas pembakaran (di pabrik tersebut),” terangnya.
Dari keterangan warga, aktivitas pabrik disebut lebih intens dilakukan pada malam hari, sekitar pukul 21.00 WIB hingga dini hari. Asap yang dihasilkan disebut berwarna hitam pekat, meski sulit terlihat jelas pada malam hari.
Ia menambahkan, aktivitas serupa juga terkadang terjadi pada pagi atau siang hari, meski tidak sesering pada malam hari. Pada waktu tersebut, asap hitam disebut terlihat lebih jelas oleh warga.
“Selain mengeluarkan asap, PT itu juga mengeluarkan suara, kadang kebisingan, juga kadang mengeluarkan bau seperti bau kaos kaki gitu,” tambahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pabrik yang dimaksud diduga merupakan PT Xing-Xing Steel yang bergerak di bidang peleburan logam.
Terkait dugaan hubungan antara polusi dan penyakit yang diderita balita tersebut, Rizki menegaskan bahwa kesimpulan medis tetap memerlukan penelitian lebih lanjut.
Namun, warga mencurigai adanya kaitan karena lokasi rumah korban yang sangat dekat dengan sumber polusi.
“Memang kalau dikerucutkan secara pasti tentu perlu penelitian ilmiah dan hasil medis ya. Namun dugaannya ya mengarah ke situ gitu karena memang ya kita perhatikan selama ini ya PT ini memang bermasalah dalam pencemaran lingkungan itu,” ungkapnya.
Keluhan serupa, lanjut Rizki, kasus dugaan pencemaran oleh pabrik tersebut bukan pertama kali terjadi. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk memeriksa perizinan dan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) pabrik tersebut.
“Kalau memang izinnya tidak sesuai atau izinnya tidak ada, kami berharap pemerintah ataupun dinas terkait segera menutup PT ini,” pungkasnya.
Kantor berita Tangerangupdate.com telah berupaya mendatangi PT Xing Xing Steel, pabrik yang dimaksud oleh warga diduga mencemari lingkungan hingga diduga membuat balita mengalami pneumonia. Namun, tidak berhasil menemui pihak yang bertanggung jawab atas operasional pabrik.
Seorang petugas keamanan mengarahkan kami untuk melakukan konfirmasi kepada humas PT Xing Xing Steel. Namun di saat yang bersamaan, humas tersebut tidak berada di lokasi ketika kami datangi.
“(Humasnya) lagi di rumah sakit. (tapi) tadi (waktu ditelpon) dia ga bilang ada di mana. Boleh (besok ke sini lagi),” katanya.

