Tangerangupdate.com – Sebanyak sekitar 2,5 ton racun pembasmi hama diduga tumpah dan mencemari lingkungan pascakebakaran gudang distributor insektisida di kawasan Pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, pada Senin, 9 Februari 2026.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tangsel, Omay Komarudin, menjelaskan bahwa zat kimia tersebut hanyut ke saluran drainase saat proses pemadaman berlangsung, lalu bermuara ke Sungai Cisadane.
Menurutnya, sistem drainase di kawasan pergudangan tersebut memang terhubung langsung dengan aliran sungai, sehingga limbah sisa kebakaran dengan cepat terbawa arus air.
“Kurang lebih 5 ton insektisida pembasmi hama. Sebagian pecah (dan mencemari lingkungan). Pencemaran dari pembakaran bahan kimia itu dari botol pecah akhirnya mengalir ke sungai jelatereng,” katanya kepada Tangerangupdate.com, di TKP kebakaran dikutip Selasa 10 Februari 2026.
Dampak pencemaran diduga mulai terasa di wilayah hilir. Berdasarkan laporan warga, pada Senin malam 9 Februari 2026, ikan berukuran kecil hingga besar terlihat mabuk dan mengambang di kawasan Sukarasa, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.
Ikan-ikan tersebut tampak berwarna pucat dan diduga terdampak racun hama yang terbawa aliran air usai kebakaran gudang insektisida di Taman Tekno. Kondisi itu membuat warga berbondong-bondong berkumpul dan menangkap ikan mabuk di Sungai Cisadane, Senin malam.
“Diduga ikan mabok akibat berasal dari sisa kebakaran gudang kimia di Serpong, Tangerang Selatan dinihari tadi, yang mengalir ke Kali Jaletreng,” tulis postingan akun Instagram @/abouttng.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait hasil uji kualitas air sungai maupun langkah penanganan lanjutan dari instansi terkait.
Kabid Pengendalian Pencemaran dan Pengawasan Lingkungan (PPPL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel, Deni Danial, belum memberikan pernyataan apapun meski telah dihubungi oleh Tangerangupdate.com.
