Tangerangupdate.com – Prof. Dr. Drs. KH Muhammad Amin Suma, BA, SH, MA, MM kembali meluncurkan buku terbaru yakni Filsafat Jalan Lurus, Bedah M. Amin Suma dari Berbagai Aspeknya dan Metode Tasfir Mukalamah. Peluncuran buku ini digelar di Swiss-Belhotel, Tangerang Selatan, Sabtu 17 Januari 2026.
Salah satu buku yang menjadi sorotan utama adalah Metode Tafsir Mukalamah, yang menawarkan pendekatan baru dalam penafsiran Al-Qur’an dengan perspektif keindonesiaan. Prof MAS, menegaskan bahwa buku tersebut merupakan bentuk kontribusinya sebagai akademisi setelah melalui proses pembelajaran dan pengajaran yang sangat panjang.
“Saya sebagai akademisi yang menjalani proses pembelajaran yang sangat panjang, memberikan sumbangsih, metodelogi penafsiran Al Quran yang khas Indonesia, bukan hanya (mangadopsi) metodelogi dari negara lain. Kita harus memiliki karakteristik sesuai dengan masyarakat Indonesia. Itu yang di dalam buku tafsir Mukalamah. Sumbangan saya terhadap metodelogi penafsiran al qur an khas Indonesia,” jelasnya usai acara launching buku.
Ia menjelaskan, metode Tafsir Mukalamah lahir dari pengalaman panjangnya dalam dunia akademik dan praktik hukum. Menurutnya, konteks sosial dan budaya Indonesia memiliki kekhasan yang tidak selalu dipahami oleh masyarakat di luar negeri, termasuk dari Timur Tengah.
“Kalau Timur Tengah budayanya sudah lengket (mengakar), kalau di Indonesia kan belum. Indonesia ini punya kekhasan tersendiri yang memang belum tentu bisa diolah oleh orang lain. Kenapa kita berbelit belit dengan teori, padahal di sini budaya kita luar biasa,” terangnya.
Sementara itu, dua buku lainnya lebih bersifat reflektif dan biografis. Buku Bedah M. Amin Suma dari Berbagai Aspeknya merupakan kumpulan penilaian dan pandangan rekan-rekannya terhadap perjalanan Prof. MAS sebagai aparatur sipil negara (ASN) dan akademisi. Peluncuran buku ini sengaja dilakukan setelah dirinya pensiun pada 2025, guna menjaga objektivitas dan menghindari konflik kepentingan.
“Sengaja saya gelar ini setelah saya pensiun, kalau saya masih punya jabatan, mungkin ada semacam (konflik kepentingan). Sengaja saya pensiun, di 2025 baru bedah buku di 2026. Saya menjunjung tinggi objektifas dan kredibilitas,” bebernya.
Prof. MAS menegaskan bahwa kecintaannya pada tanah air bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui kontribusi keilmuan. Konsep tersebut ia rangkum dalam gagasan Filsafat Jalan Lurus, yang memadukan nilai keislaman dan keindonesiaan.
“Maka saya gambarkan, kalah kanan kanan ini saya ibaratkan agama saya, islam, tangan kiri saya Indonesia, atau dibalik, harus kerja sama, pasti bisa. Itulah yang melahirkan konsep filsafat jalan lurus,” ujarnya.
Terkait proses riset, Prof. MAS menyebut metode Tafsir Mukalamah digodok secara serius selama 13 tahun terakhir, meski pengalaman mengajarnya telah lebih dari 40 tahun. Metode ini sebelumnya diuji secara internal di kalangan akademisi dan mahasiswa pascasarjana sebelum akhirnya dipublikasikan.
Target utama pembaca buku ini adalah mahasiswa program S2 dan S3, meski ia memastikan bahasa yang digunakan tetap dapat dipahami oleh mahasiswa S1 dan masyarakat umum. Saat ini, buku Tafsir Mukalamah telah tersedia di Gramedia dan mendapat respons positif dari berbagai perguruan tinggi, termasuk UIN Jakarta.
“Terus terang kami prioritaskan untuk mahasiswa S3 dan S2. Tapi tidak berarti mahasiswa S1 dan masyarakat luas itu tidak bisa baca. Karena saya usahakan sedemikian rupa, terutama bahasa bahasa dasar itu, hampir selalu diusahakan ada, pengetahuan ke Indonesiaannya,” tandasnya.
