Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kota Tangsel
  • Kab Tangerang
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Rabu, 25 Maret 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Kota TangselMetropolitan

Wartawan di Tangsel Jadi Korban Modus Penipuan Berkedok Jasa Logistik Rugikan Jutaan Rupiah

Andi Maulana
Selasa, 28 Oktober 2025 | 06:31 WIB
Tangkapan layar percakapan korban dengan pelaku penipuan mengatasnamakan jasa logistik/ : Foto : Deden
Tangkapan layar percakapan korban dengan pelaku penipuan mengatasnamakan jasa logistik/ : Foto : Deden
SHARE

Tangerangupdate.com – Modus penipuan berkedok jasa pengiriman barang melalui aplikasi logistik kembali marak. Seorang wartawan bernama Deden Muhamad Rojani menjadi korban setelah tertipu jutaan rupiah lewat modus “driver Lalamove” palsu yang digunakan pelaku untuk memancing transfer uang.

Kasus ini bermula saat Deden hendak membeli mesin cuci dari penjual di Marketplace Facebook. Transaksi disepakati senilai Rp1,8 juta, dengan kesepakatan pembayaran dilakukan setelah barang diambil oleh pengemudi yang dipesan melalui aplikasi Lalamove.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Saya tertipu modus baru driver Lalamove. Pelaku mengirim video dan foto barang, lalu meminta pemesanan via Lalamove atas nama mereka. Setelah katanya barang sudah diambil mobil, saya diminta transfer agar kendaraan berangkat ke alamat,” ujar Deden, Minggu (26/10/2025).

Dua Pelaku, Gunakan Aplikasi dan Plat Mobil Asli untuk Meyakinkan Korban

Deden menjelaskan, penipuan tersebut melibatkan dua orang pelaku. Satu berperan sebagai penjual, sementara satu lainnya menyaru sebagai pengemudi Lalamove. Untuk meyakinkan korban, pelaku mengirimkan tangkapan layar (screenshot) pesanan Lalamove dengan mobil van berpelat D 8186 WG dan nama pengemudi “Ade Kurniawan” seperti tertera di aplikasi.

BACA JUGA:  Dugaan Penyalahgunaan Material, Kejari Tangsel Tinjau Proyek Pedestrian Jalan Ciater Rp. 7,1 Milyar

“Setelah video call, pelaku mendesak saya transfer agar mobil segera jalan ke alamat. Mereka kirim alamat: Jl. Bintara Cipta H.4 H No.67, Bintara, Bekasi Barat,” kata Deden.

Setelah uang dikirim, barang tak kunjung datang dan para pelaku langsung memblokir komunikasi.

Pelaku sempat memberikan nomor telepon dan rekening berbeda sebagai tujuan transfer, di antaranya:

Nomor 0895410337824 (a.n. Suprihatin)

Rekening Bank Neo 5859457224542525 (a.n. Suprihatin)

Dompet digital DANA 085888711562 (a.n. Nuraini)

Penipuan Serupa Terulang, Kerugian Capai Rp5 Juta

Tak berhenti di situ, Deden mengaku sempat hampir kembali menjadi korban dalam transaksi serupa. Pada percobaan kedua, penjual lain di Marketplace kembali mengarahkan pengiriman menggunakan Lalamove.

“Order kedua pelaku mengirim bukti order aplikasi Lalamove atas nama Muhammad Zalaludin dengan mobil van plat B 9007 SCB, kontak 0877-5900-3420. Karena polanya sama, saya urungkan transfer,” ucapnya.

Deden memperkirakan kerugian total bisa mencapai Rp5 juta, bila ia tidak curiga lebih dulu.

Ciri-ciri Modus Penipuan Berkedok Pengiriman Barang

Menurut Deden, modus ini memiliki pola serupa:

  1. Harga barang jauh di bawah pasaran untuk menarik minat.
  2. Pelaku segera meminta nomor WhatsApp agar komunikasi berlanjut di luar platform.
  3. Mengirimkan screenshot order Lalamove dengan plat kendaraan dan nama pengemudi palsu.
  4. Mendesak korban agar segera mentransfer uang sebelum barang dikirim.
BACA JUGA:  Wali Kota Tangsel Minta Penutupan Jalan Raya Serpong-Parung Dibatalkan

“Biasanya di Marketplace mereka pasang harga murah, minta kontak, lalu kirim bukti order. Setelah itu desak transfer. Saya yakin banyak yang sudah jadi korban,” tegasnya.

Korban Akan Laporkan ke Polisi, Lalamove Belum Beri Tanggapan

Deden berencana melaporkan kasus tersebut ke kepolisian dengan membawa bukti transfer, percakapan WhatsApp, dan rekaman komunikasi sebagai barang bukti.

“Saya akan buat laporan resmi. Total kerugian dan kronologi lengkap akan saya serahkan sebagai bukti,” ujarnya.

Pihak wartawan sudah mencoba menghubungi manajemen Lalamove Indonesia untuk meminta klarifikasi, namun hingga berita ini ditulis belum ada tanggapan resmi.

Deden mengimbau masyarakat agar tidak mentransfer uang ke rekening pribadi, serta selalu memverifikasi status order dan identitas pengemudi langsung di aplikasi resmi.

“Gunakan metode pembayaran aman yang melindungi konsumen. Jangan tergiur harga murah,” pungkasnya.

Editor & Reporter
Editor: Jupry Nugroho
Reporter: Andi Maulana
TAGGED:penipuantangerang selatantangsel
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Foto: Harris Hotel & Convention Serpong | Dok. Istimewa

Summarecon Resmikan Harris Hotel & Convention Serpong, Perkuat Posisi sebagai Regional Hub

Foto: Kampus Universitas Pamulang (Unpam) - Viktor | Dok. Tangerangupdate.com

Dosen Unpam Terduga Pelaku Pelecehan di KRL Terancam Sanksi Kampus

Walikota Tangsel Benyamin Davnie saat di Wawancarai di Gedung Pemkot Tangsel/ Foto: Fery

TPP ASN Tangsel Disorot, Diduga Tak Sesuai Formula hingga Berpotensi Rugikan Keuangan Daerah

Penampakan Irigasi yang diduga beralih fungsi dan hilang / Foto : Dok.TU

Aliran Irigasi di Pondok Aren Diduga Beralih Fungsi, Warga Sebut Kini Jadi Lahan Mitra 10 Bintaro Jaya

Dosen Universitas Pamulang laporkan pihak yang dianggap menyebarkan tuduhan yang dinilai belum terbukti atas dugaan pelecehan seksual di Commuter Line | Foto: Tangkapan layar/Instagram frankahendra

Merasa Dihakimi, Dosen Terduga Pelaku Pelecehan di KRL Tempuh Jalur Hukum

Salah satu reklame berbentuk Videotron Diduga tidak berizin/ Foto : Dok. TU

Reklame Menjamur di Tangsel, Tapi Banyak Diduga Tak Miliki PBG

Berita Terkait

Foto: Aquarium hasil sewa Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dengan biaya sewa hampir Rp200 juta | Tangerangupdate.com
Kota Tangsel

Pemkot Tangsel Gelontorkan Rp200 Juta untuk Sewa Aquarium

Foto: Posko mudik Tangerang Selatan | Istimewa
Kota Tangsel

Dishub Tangsel Siapkan 6 Posko Mudik Idulfitri 1447 H untuk Pantau Arus Mudik dan Balik

Foto: Ilustrasi/KAI Commuter
Metropolitan

Viral Dugaan Pelecehan di KRL, Korban Sebut Pelaku Dosen Unpam

Ilustrasi mengunakan Kecerdasan Buatan, Terkait TPP bagi PNS di Pemkot Tangsel/ Foto : Dok. TU
Kota Tangsel

TPP ASN Tangsel DidugaTembus Rp56 Juta di Luar Gaji, Speakup Singgung Dugaan Nepotisme

Ilustrasi MRT / Foto: @mrt
Kota Tangsel

Rencana MRT Masuk Tangsel Menguat, Dua Jalur Lewati Ciputat hingga Serpong

Uji kelaikan jalan atau ramp check terhadap armada bus di Terminal Tipe A Pondok Cabe, Pamulang, Rabu (11/3/2026).
Kota Tangsel

Sidak Bus Mudik di Terminal Pondok Cabe, Dishub Tangsel Temukan Armada Kelebihan Kapasitas Kursi

Kota Tangsel

Perdana di 2026, Kejari Tangsel Gelar Program Jaksa Masuk Pesantren, 400 Santri Dapat Edukasi Hukum

Longsor yang terjadi di Perumahan Narra Village Pamulang / Foto : Dok.TU
Kota Tangsel

Longsor Kembali Terjadi di Perumahan Narra Village Pamulang, Akses Warga Terputus

Jangan Lewatkan

  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp