Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Selasa, 8 September 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

SEPAK TERJANG ROHANA KUDUS

Redaksi TU
Redaksi TU
Kamis, 11 November 2021 | 15:34 WIB
SHARE

Tangerangupdate.com (11/11/2021) | Opini — Rohana Kudus merupakan salah satu pahlawan wanita yang menginspirasi kaum wanita untuk semangat dalam menempuh pendidikan, terutama pada zamannya. Lahir di Koto Gadang, Kabupaten Agam pada 20 Desember 1884 dengan nama asli “Siti Rohana”. Ibunya bernama Kiam dan Ayahnya bernama Ahmad Rasjad yang mana ayah juga dari Sutan Sjahrir (Perdana Mentri Pertama RI). Beliau hidup sezaman dengan R.A Kartini dimana pada masa itu perempuan tidak mendapatkan pendidikan yang layak (pendidikan terbatas) dan hanya mengerjakan pekerjaan rumah.

Semenjak kecil Rohana memang tidak pernah mendapatkan pendidikan formal, namun kegigihannya terhadap ilmu pengetahuan, rasa ingin tahu yang tinggi dan semangat untuk belajar sang ayah memfasilitasi Rohana Kudus dengan membawakan majalah-majalah berbahasa Belanda karena sanga ayah bekerja menjadi seorang pegawai pemerintahan Belanda. Rohana juga berteman baik dengan istri atasan ayahnya pada saat mereka menjadi tetangga Rohana Kudus mendapat pelajaran mengenai keperempuan seperti Menjahit, menyulam, memasak, dan merajut. Seiiring berjalannya waktu RohanaKudus tumbuh menjadi seorang perempuan yang berkomitmen tinggi untuk pendidikan terutama untuk perempuan.

Sepak terjang Rohana dengan mendirikan KAS (Kerajinan Amal Setia) yang berdiri pada tahun 1911 merupakan sebuah bentuk pemberontakkan terhadap ketidakadilan terkhusus untuk pendidikan atas kaum perempuan. Pada saat itu, ia berdiri didepan tokoh-tokoh Koto Gadang dan dengan berwibawa ia menyampaikan visi dan misi berdirinya KAS. Tidak hanya mahir pada pendidikan tetapi beliau juga seseorang yang mahir dalam bidang kewirausahaan, KAS yang bergerak dibidang kerajianan tangan seperti menyulam sukses menjadi sekolah berbasis Industri Rumah tangga. Pada saat itu KAS memnuhi syarat ekspor dan memasarkan kerajinan tangan yang dibuat oleh muridnya, sehingga Rohana Kudus mendapatkan nama atas pencapaian dan kemampuannya. Sayangnya, musibah menimpa Rohana Kudus saat itu pada 22 Oktober 1916 ia dituduh oleh muridnya atas penyelewangan keuangan sehingga ia turun dari jabatannya. Tetapi,tuduhan itu tidak terbukti dan KAS dikembalikan kepada Rohana. Pada saat itu, Rohana berniat pindah ke Bukittinggi dan menolak mendapatkan jabatan kembali di KAS.

Selain KAS, ternyata Rohana Kudus juga memiliki cita-cita untuk mendirikan sebuah surat kabar khusus untuk perempuan. Membaca adalah kegemaran Rohana Kudus, tertarik pada biang jurnalistik membuat Rohana mengirimkan tulisan yang berisikan gagasan-gagasannya, bukan main lagi tulisan Rohana Kudus digemari oleh banyak orang. Menulis dan Membaca menghantarkan ia menjadi Jurnalis perempuan pertama di Indonesia sehingga pada 10 Juli 1912 Suntiang Melayu menjadi surat kabar perempuan pertama di Indonesia. Rohana Kudus membuktikan perjuangan dan pengorbanannya lewat pendirian surat kabar Suntiang Melayu lalu ia menuangkan gagasan-gagasan perjuangannya lewat surat kabar ini. Siapa sangka tulisan dan gagasananya yang tajam semakin mencerminkan kepedulian Rohana Kudus terhadap kemajuan perempuan dalam pendidikan pendidikan dan merubah stigma masyarakat dalam melihat perempuan sebagai makhluk kelas dua.

Pemikiran Rohana Kudus tentang emansipasi ini hanya menuntut hak persamaan pendidikan perempuan dengan laki-laki, beliau menyuruakan perempuan juga berhak mendapatkan pendidikan yang sama dengan laki-laki tanpa mengurangi fungsi alamiah perempuan itu sendiri dan tetap berjalan dengan kodratnya karena perempuan sebagai Sekolah Pertama untuk anaknya yang juga butuh pendidikan dan keterampilan. Pada zaman Rohana Kudus perempuan saat itu hanya boleh menjadi “urang rumah”, dengan maksud perempuan hanya bisa mengerjakan peekrjaan rumah, melayani suami dan anak serta tidak boleh melewati kepandaian laki-laki (Silfia Hanani :2011). Tak heran jika seorang Rohan Kudus yang melihat situasi itu sangat geram karena sebagai manusia yang diberikan akal fikiran sudah selayaknya untuk mempergunakan hal-hal itu dengan baik dan berhak emdnapatkan pendidikan yang layak sebab sebagai manusia kita dituntut untuk menjalankan potensi akal fikiran dengan menempuh bidang pendidikan. Sudah banyak sepak terjang Rohana Kudus dalam memperjuangkan bagaimana hak perempuan dalam pendidikan dengan banyak pembuktian pada bidang intelektual dan jurnalis, selanjutnya sudah sepatutnya sebagai kaum perempuan muda harus bisa mengambil peran dalam melanjutkan estafet perjuangan beliau dan senantiasa membuktikan bahwa perempuan layak atas persamaan hak terkhusus pada bidang pendidikan dan intelektual.


Sumber :
Putra, P. (2019). Tujuh Tokoh Nasional Sumatera Barat di Bidang Pendidikan dan Pers. Depok: Yayasan Petualang Literasi
Hanani, S.(2011). Rohana Kudus Dan Pendididikan Perempuan. Marwah: Jurnal Perempuan Agama dan Gender, Vol 10, No.1

oleh : Murnia Anissa (Mahasiswa IAIN Bukittinggi)

- Advertisement -
Ad imageAd image
BACA JUGA:  Ciputat: Pusat Kota yang Terlupakan dalam Bayang-Bayang Kemewahan Swasta
TAGGED:Opini
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20260816-WA0001
IMG-20260816-WA0000
IMG-20260817-WA0000
IMG-20260816-WA0002
IMG-20260816-WA0003
IMG-20260810-WA0002

Terpopuler

Lokasi pembangunan SMPN 25 Tangsel di Perumahan Bukit Nusa Indah / Dok.Tu

Polemik Pembangunan SMPN 25 Tangsel Ditengah Kebutuhan Sekolah dan Penolakan Warga

Foto: imbauan penggunaan masker di apotek kawasan Tigaraksa | Dok. Tangerangupdate.com

Stok Masker di Tigaraksa Mulai Menipis Imbas Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau

Foto: Ilustrasi/istimewa

Dugaan Foto Guru Diam-diam, Oknum PPPK Tangsel Disebut Adik Pimpinan DPRD

Foto: terduga pelaku penjual obat keras di Rajeg | Dok. Istimewa

Polisi Tangkap Pemuda Diduga Pengedar Obat Keras Ilegal, 505 Butir Hexymer Disita

Ilustrasi anak sekolah sedang melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dampak Debu Vulkanik Krakatau / Dok. TU

Dikbud Tangsel Balik Arah, Sekolah Beralih ke PJJ Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Ilustrasi anak sekolah beraktivitas dengan masker / Dok. TU

Imbas Abu Vulkanik, Sekolah di Kabupaten Tangerang Terapkan PJJ Hingga 3 Hari

Berita Terkait

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Nikel, Karbon, dan Kuasa: HMI Menggugat Ketimpangan Transisi Energi Global

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Krisis Ekologi adalah Krisis Kepemimpinan: Perspektif Ekoteosentris HMI

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

NDP HMI Dan Paradoks Industrialisasi: Meneguhkan Tauhid Sosial Untuk Kedaulatan Ekologi Indonesia

Catatan Kritis Kader HMI untuk Arah Baru Industrialisasi Indonesia | Dok. Pribadi
Opini

Transformasi Hijau-Digital Belum Cukup: Perempuan Harus Masuk Ruang Pengambilan Keputusan

Foto: Ilustrasi/istimewa
Opini

Ketika Kemarahan Mengalahkan Kemanusiaan

Foto: Purwanti,Dosen Program Studi Manajemen Universitas Pamulang | Dok. TU
Opini

Dosen Juga Perlu Bernapas: Menjaga Jiwa Tetap Sehat Bersama ORKI Tangerang Selatan

Foto: Denies Susanto, Akedemisi dan Praktisi Universitas Pamulang Kampus Serang | Dok. Tangerangupdate.com
Opini

Dari Nongkrong ke Nabung Saham: Wajah Baru Investasi Gen Z – belajar, bertumbuh, berkembang

Foto : ilustrasi/freepik
Opini

Sejarah Buddhisme Nusantara, Perjalanan Panjang Dari Mahayana Kuno Hingga Threvada Modern

Jangan Lewatkan

Foto bersama pasca pelantikan empat PPAT di Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang | Dok. Istimewa

Empat PPAT Resmi Dilantik Kepala Kantah Kabupaten Tangerang

Kamis, 3 September 2026
Lokasi pembangunan SMPN 25 Tangsel di Perumahan Bukit Nusa Indah / Dok.Tu

Polemik Pembangunan SMPN 25 Tangsel Ditengah Kebutuhan Sekolah dan Penolakan Warga

Senin, 7 September 2026
Foto: imbauan penggunaan masker di apotek kawasan Tigaraksa | Dok. Tangerangupdate.com

Stok Masker di Tigaraksa Mulai Menipis Imbas Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026
Foto: Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan | Istimewa

Pendidikan dan Kesehatan Dapat Tambahan, APBD Perubahan Tangsel Capai Rp5,2 Triliun

Kamis, 3 September 2026
Foto: suasana lorong lantai dua Pasar Gudang Tigaraksa | Dok. Tangerangupdate.com

Lantai Dua Pasar Gudang Tigaraksa Kian Sunyi, Pedagang Bertahan Menunggu Pembeli

Rabu, 2 September 2026
Warga Pamulang tunjukan debu yang menempel di Kendaraan depan rumahnya / Foto : Dok. TU

Abu Vulkanik Anak Krakatau Terpantau di Tangsel, Warga Pondok Aren hingga BSD Melapor

Minggu, 6 September 2026
Warga yang menemukan Mobilnya penuh abu Vulkanik Gunung anak Krakatau/ Dok. TU

BMKG Deteksi Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Mencakup Banten-Jakarta

Minggu, 6 September 2026
Foto: terduga pelaku penjual obat keras di Rajeg | Dok. Istimewa

Polisi Tangkap Pemuda Diduga Pengedar Obat Keras Ilegal, 505 Butir Hexymer Disita

Senin, 7 September 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp