Tangerangupdate.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendorong Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Bersih, Indah) agar menjadi bagian dari budaya hidup masyarakat.
Gerakan ini merupakan aksi nyata untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menuturkan, gerakan tersebut tidak sekadar kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi upaya membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat.
“Gerakan ini akan terus kita lakukan. Gerakan ini akan terus kita lakukan karena ini soal pemudayaan juga, selain bukan saja persoalan pemudayaan apa, tapi membudayakan kebersihan Indonesia Asri. Aman, sehat, bersih, indah,” kata dia.
Ia menambahkan, kegiatan bersih-bersih rencananya akan dilakukan secara rutin setiap pekan. Untuk sementara, aksi tersebut dilaksanakan setiap Jumat pagi, sembari menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Selain membersihkan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi langsung kepada masyarakat. Dalam setiap kegiatan, peserta turut mengajak pedagang, warga, hingga pelajar untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.
“Tapi kita bukan saja memungut sampah, memilih sampah, tetapi juga mengedukasi. Siapa saja yang ketemu dalam kegiatan ini diedukasi untuk tidak membuang sampah sembarangan,” jelasnya.
Ia juga memastikan gerakan ini tetap akan berjalan selama bulan Ramadan. Bahkan, menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari nilai ibadah yang perlu terus ditanamkan, terlebih lagi nanti selama bulan ramadan.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Rasio Ridho Sani selaku Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) di Kementerian Lingkungan Hidup memberikan apresiasi terhadap langkah konkret yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam menangani persoalan sampah.
Menurutnya, langkah yang dilakukan Pemkot Tangsel sejalan dengan upaya nasional dalam pengendalian pencemaran lingkungan, khususnya dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
“Langkah-langkah yang harus kita lakukan adalah membersihkan sampah dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu dari rumah, kantor, dan tempat kita beraktivitas. Kegiatan bersih-bersih seperti ini menjadi bentuk nyata membangun kedisiplinan dan budaya peduli lingkungan,” ujar Rasio.
Ia menegaskan bahwa penanganan sampah akan jauh lebih efektif jika dimulai dari hulu melalui pemilahan dan pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga.
Rasio juga menekankan pentingnya penguatan edukasi dan penegakan kedisiplinan masyarakat melalui pendekatan budaya dan pendidikan hukum. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat melibatkan lebih banyak elemen masyarakat agar gerakan kebersihan menjadi kebiasaan bersama.
“Kalau kita lihat bagaimana langkah-langkahnya, kalau seandainya kita bisa tanganan sejak awal di rumah, sekitar 60 persen sampah organik sudah ditangani. Kemudian, kita lakukan juga memilah sampah untuk dikirim ke bank sampah itu bisa menurunkan 30 persen, jadi tinggal 10 persenan yang kita kirim ke TPS,” tandasnya.
