Tangerangupdate.com – Satlantas Polresta Tangerang menjaring sedikitnya 229 pengendara dalam hari pertama gelaran Operasi Keselamatan Maung 2026 yang dilaksanakan pada Senin, 9 Februari 2026.
Operasi tersebut difokuskan di sejumlah titik strategis dengan tingkat mobilitas tinggi, di antaranya Pertigaan Cikupa Mas, Pertigaan Talaga Bestari, serta kawasan di depan PT Horming, Cikupa.
Kasat Lantas Polresta Tangerang, AKP Zaeni Aji Bakhtiar, mengungkapkan bahwa dalam operasi kali ini, pihak kepolisian mengedepankan pendekatan yang humanis namun tetap tegas.
“Petugas juga memberikan 29 teguran tertulis dan 200 teguran lisan secara subjektif dan humanis kepada para pengguna jalan,” Zaeni dalam keterangannya.
Selain teguran, polisi juga melakukan penegakan hukum melalui sistem elektronik maupun manual dengan rincian di antaranya 81 pengiriman surat konfirmasi pelanggaran melalui sistem ETLE.
“Penindakan 22 pelanggaran menggunakan ETLE statis (tilang biru), serta 9 pelanggaran melalui tilang manual,” terangnya.
Zaeni menambahkan, mayoritas pelanggaran masih didominasi oleh ketidakpatuhan terhadap perlengkapan keselamatan.
Tercatat 11 pengendara motor tidak menggunakan helm standar SNI, sementara 20 pengemudi mobil kedapatan tidak menggunakan sabuk pengaman.
Sesuai arahan Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Zaini mengatakan jika Operasi Keselamatan Maung 2026 dirancang untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas demi menekan angka kecelakaan.
“Operasi ini mengedepankan penegakan hukum yang edukatif dan terukur. Tujuannya menciptakan situasi Kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas) yang kondusif, sekaligus meningkatkan simpati masyarakat terhadap Polantas,” tutur Zaeni.
Zaeni mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas bukan hanya karena ada petugas, melainkan karena kesadaran akan keselamatan diri sendiri. “Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

