Tangerangupdate.com (02/07/2022) | Kabupaten Tangerang — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, Kholid Ismail mengkritik rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tigaraksa.
Seyogyanya kata Kholid, pembangunan rumah sakit diperuntukkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat bukan untuk bagi-bagi jabatan.
Kholid mengungkap, rencana pembangunan rumah sakit tentu harus didukung oleh semua pihak. Tidak hanya itu, kajian terkait pembangunan rumah sakit tersebut juga harus dilakukan secara matang oleh pemerintah daerah.
Sebab katanya, biaya pembangunan sebuah rumah sakit tentunya akan memakan biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu, kebutuhan pembangunan RSUD itu harus dikaji lebih matang dari sisi kebutuhan palayanan kesehatan masyarakat.
Jangan sampai katanya, nasibnya akan sama seperti Pakuhaji yang saat ini hanya rata-rata terdapat 100 kunjugan pasien dalam sehari. Sementara SDM yang tersedia tidak dimanfaatkan dengan baik lantaran minimnya fasilitas yang tersedia dan kebutuhan akan pelayanan masyarakat juga belum banyak.
“Faktanya tidak demikian, di RSUD Pakuhaji saat ini tersedia 30 dokter spesialis. Namun kerja mereka tidak maksimal karena belum didukung dengan fasilitas dan sarana prasarana yang memadai. Buat apa bangun RSUD lagi, sementara yang ada tidak dimaksimalkan,” ujar Kholid Ismail kepada wartawan, ditulis Selasa (01/08/2022).
“Kalau kunjungannya cuma 100 pasien per hari, ini saya pikir masih bisa tercover dengan memaksimalkan layanan puskesmas-puskesmas di wilayah sekitar. Jangan sampai buang-buang anggaran untuk bangun RSUD. Apalagi cuma untuk bagi-bagi jabatan saja,” tegas politisi Partai Demorkasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini.
Kholid menambahkan, saat ini terdapat tiga RSUD milik Kabupaten Tangerang. Yakni RSUD Tangerang yang berada di Kota Tangerang untuk melayani masyarakat Kabupaten Tangerang dari wilayah tengah, sebagian wilayah Selatan, sebagian masyarakat pantura dan masyarakat Kota Tangerang itu sendiri. RSUD Balaraja untuk melayani masyarakat wilayah Barat dan sebagian wilayah Selatan. Sedangkan RSUD Pakuhaji dibangun untuk melayani masyarakat wilayah Utara.
“Mestinya dimaksimalkan dulu RSUD yang ada. Karena membangun RSUD memakan biaya puluhan bahkan ratusan miliar,” tegasnya.