Tangerangupdate.com – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) menambal kerusakan di sejumlah ruas jalan di kawasan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.
Langkah tersebut diklaim sebagai respons cepat atas kerusakan jalan yang diduga menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas hingga merenggut empat korban jiwa dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Korban terbaru merupakan seorang pelajar yang meninggal dunia akibat kecelakaan pada Jumat, 13 Februari 2026.
Kabid Jalan dan Jembatan DBMSDA Kabupaten Tangerang, Ardiansyah Putra, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan penanganan sementara guna meminimalisir risiko kecelakaan.
“Kami memahami keresahan warga mengenai kondisi jalan di Pasar Kemis. Saat ini tim sudah dikerahkan untuk melakukan pemeliharaan sebagai langkah cepat mitigasi kecelakaan” ujar Ardiansyah, Sabtu 14 Februari 2026, lalu.
Menurut Ardiansyah, pemeliharaan darurat dilakukan dengan menutup lubang-lubang jalan dan meratakan permukaan aspal yang rusak. Ia menambahkan, perbaikan permanen akan dilakukan setelah proses administrasi dan penganggaran rampung.
“Perbaikan permanen sudah masuk dalam perencanaan dan segera dieksekusi agar aksesitas warga kembali normal,” tandasnya.
Namun, dua hari setelah pernyataan tersebut, tepatnya pada Senin, 16 Februari 2026, kondisi jalan kembali rusak di sejumlah titik. Warga menilai perbaikan yang dilakukan belum menyentuh seluruh bagian jalan yang mengalami kerusakan parah.
“Itu yang katanya baru diperbaiki, cuma beberapa titik saja. Tidak semuanya. Titik kecelakaan saja tidak diperbaiki,” kata Fery, salah seorang warga Pasar Kemis, kepada Tangerangupdate.com.
Warga berharap pemerintah daerah serius melakukan perbaikan menyeluruh dan tidak hanya bersifat tambal sulam.
Mereka juga meminta adanya pengawasan ketat terhadap kualitas pekerjaan agar kerusakan tidak kembali terjadi dalam waktu singkat.
“Harapannya jangan setengah-setengah. Kalau begini (hanya tambal sulam), lubang ada (muncul) lagi dan tetap membahayakan (pengendara),” pungkasnya.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB menunjukkan aspal kembali terkelupas dan meninggalkan lubang seperti sedia kala.
Selain itu, masih terdapat lubang menganga dan permukaan jalan bergelombang di sepanjang Jalan Raya Pasar Kemis, yang berpotensi membahayakan pengendara, terutama pada malam hari dan saat hujan turun.

