Tangerangupdate.com – Komika perempuan, Mega Salsabilla, melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Provinsi Banten. Bukan lewat materi stand-up, Mega memilih mengirimkan karangan bunga bernada sindiran atas rentetan kecelakaan maut yang dipicu oleh infrastruktur jalan yang buruk di kawasan Pasar Kemis.
Langkah ini diambil menyusul laporan mengenai meninggalnya empat warga akibat kecelakaan dalam kurun waktu satu bulan terakhir imbas jalan rusak.
Karangan bunga tersebut menjadi viral setelah diunggah oleh akun Instagram @jubir.warkab pada Sabtu 14 Februari 2026. Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 5.000 tanda suka dan ratusan komentar dari netizen yang merasakan keresahan serupa.
“Turut berduka cita atas meninggalnya korban kecelakaan akibat jalan rusak, serta berpulangnya hari nurani dan tanggung jawab pejabat,” tulis karangan bunga tersebut.
Mega Salsabilla secara spesifik menandai tujuannya kepada para pemangku kepentingan di wilayah tersebut. “Jalan rusak sudah memakan 4 korban, kapan akan diperbaiki? From Mega Salsabilla, To: Pejabat Kabupaten (Tangerang) dan Provinsi (Banten).”
Aksi Mega ini memicu gelombang dukungan dari warga Tangerang yang merasa frustrasi dengan kondisi infrastruktur. Kolom komentar unggahan tersebut dipenuhi desakan agar pihak berwenang, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), melakukan audit terhadap anggaran pemeliharaan jalan.
“Pemerintahan Tangerang Kota dan Kabupaten Tangerang harus diaudit pak, dikemanakan anggaran untuk fasilitas jalan kami? @/official.kpk @purbayayudhi. Jalan makin hancur, makin parah gak diperhatikan, makin banyak korban jiwa. Malah sibuk bikin proyek-proyek gak penting, demi memenuhi isi kantong pribadi. Waktu kampanye si paling peduli lingkungan dan rakyat. Udah di atas nengok jalan aja ogah, liat pak, jalan di Tangerang ujung ke ujung rusak-rusak. Mau sampai menelan korban jiwa berapa banyak lagi?” tulis akun @/heyolin.
Senada dengan hal tersebut, akun @edgar79467 mempertanyakan aspek hukum dari kelalaian pemerintah. “Bisa ga ya menuntut pejabat yang bertanggung jawab atas jalan yang rusak yang memakan korban.”
“Biarkan 4 korban itu jadi saksi kinerja pejabat Kabupaten (Tangerang) dan Provinsi (Banten)” tulis @/wah_nugroho.
Sebelumnya, seorang pelajar berinisial CRA meninggal dunia setelah terlibat insiden dengan truk molen di Jalan Raya Pasar Kemis, tepatnya di depan PT. Victory Chingluh, Kecamatan Pasar Kemis, Jumat 13 Februari 2026, sekitar pukul 06.45 WIB.
Korban tewas di tempat kejadian perkara (TKP) usai terjatuh dari sepeda motor dan terlindas truk molen yang melaju dari arah yang sama.
Peristiwa ini menjadi kecelakaan fatal kedua dalam sepekan di kawasan tersebut, setelah sebelumnya seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia pada Rabu 11 Februari 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun Tangerangupdate.com, dalam kurun waktu satu bulan terakhir telah terjadi empat kali kecelakaan di wilayah Pasar Kemis dengan total empat korban jiwa.

