Tangerangupdate.com – Tiga warga dilaporkan pingsan saat mengantre dalam kegiatan program tebus sembako murah yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Jumat 13 Februari 2026, pagi.
Kegiatan rutinitas menjelang puasa bernama Gerakan Pangan Murah (GPM) tersebut terpaksa dibubarkan karena antrean tidak tertib dan dikhawatirkan membahayakan keselamatan warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ratusan warga sudah memadati lokasi sejak pagi hari. Mereka rela mengantre hingga hampir tiga jam untuk mendapatkan paket sembako dengan harga subsidi.
Namun, keterbatasan kuota dan kurangnya pengaturan antrean menyebabkan kerumunan tidak terkendali.
Sejumlah warga yang didominasi ibu-ibu terlihat berdesakan di bawah terik matahari. Tiga orang di antaranya dilaporkan pingsan akibat kelelahan setelah berdiri cukup lama.
“Tidak teratur, akhirnya dibubarkan. Padahal baru berapa orang sedangkan antrean sudah hampir 3 jam. Ahirnya nihil pulang bawa tangan kosong. Sampai banyak yang pingsan,” kata warga bernama Neni.
Situasi yang semakin semrawut membuat petugas akhirnya membubarkan kegiatan tersebut sebelum seluruh warga terlayani. Akibatnya, banyak warga terpaksa pulang dengan tangan kosong karena tidak sempat menebus paket sembako.
Warga berharap instansi terkait dapat melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang. Mereka mengusulkan agar pembagian kupon dilakukan melalui tingkat RT atau desa untuk menghindari penumpukan massa di satu lokasi.
“Tolong jangan sampai terulang lagi seperti ini. Lebih baik turun kan kupon ke RT dan desa-desa,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kecamatan Cisoka maupun instansi penyelenggara terkait penyebab pasti pembubaran kegiatan dan mekanisme distribusi sembako ke depan.

