Tangerangupdate.com – Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026.
Program tersebut direncanakan berlangsung serentak di 29 kecamatan guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau serta menjaga stabilitas harga bahan pangan di pasaran.
Sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program tersebut, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, meninjau langsung GPM di Gedung Serbaguna (GSG) Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, baru-baru ini. Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Intan menyampaikan bahwa GPM menjadi salah satu upaya konkret pemerintah daerah untuk membantu masyarakat menjelang Ramadan, saat kebutuhan bahan pokok cenderung meningkat.
“Alhamdulillah hari ini saya bersama Pak Camat Sukamulya dan jajaran memonitor langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah bagi masyarakat Sukamulya agar mereka bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang sangat terjangkau,” ujarnya dikutip Jumat 13 Februari 2026.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa di Kecamatan Sukamulya disediakan sekitar 2.000 paket sembako untuk warga di delapan desa. Setiap paket dapat ditebus dengan harga Rp37.000, jauh di bawah harga pasar.
Adapun isi paket tersebut terdiri atas 1 kilogram beras, gula pasir, tepung terigu, serta 1 liter minyak goreng. Dengan komposisi tersebut, pemerintah berharap kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi tanpa harus terbebani lonjakan harga.
Sejalan dengan rencana pelaksanaan GPM di seluruh kecamatan, Intan menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam pendistribusian bantuan. Ia meminta seluruh pihak di tingkat kecamatan benar-benar melakukan pendataan secara cermat.
“Penerimanya harus tepat sasaran, yakni masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Selain memastikan kelancaran program pangan murah, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk meninjau pelayanan administrasi kependudukan di Kecamatan Sukamulya.
Pada kesempatan itu, Intan menyerahkan secara simbolis kartu tanda penduduk (KTP) kepada warga sebagai bentuk komitmen peningkatan kualitas pelayanan publik.
Ia pun memastikan bahwa proses pengurusan dokumen seperti KTP dan kartu keluarga (KK) dapat diselesaikan di tingkat kecamatan selama persyaratan administrasi telah lengkap, sehingga masyarakat tidak perlu lagi datang ke Tigaraksa untuk mengurus dokumen kependudukan.

