Tangerangupdate.com – Kawasan Pergudangan Taman Tekno, lokasi gudang distributor insektisida yang terbakar di kawasan Taman Tekno, Kelurahan Setu, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, disebut telah beroperasi selama kurang lebih 20 tahun.
Lurah Setu, Adhi Mustofa, mengatakan kawasan pergudangan tersebut telah berdiri sejak 1998 dan kini berkembang menjadi salah satu sentra industri dan logistik di wilayahnya.
“Informasi terakhir yang kami terima, gudang itu sudah beroperasi sekitar 20 tahun. Tapi kalau ditanya dampaknya ke warga, sejauh ini hampir tidak terasa,” ujar Adhi saat ditemui di kantornya, dikutip Kamis 12 Februari 2026.
Ia menjelaskan, kawasan Taman Tekno terdiri dari 11 sektor. Pada setiap sektor terdapat puluhan bangunan gedung dua lantai yang seluruhnya dimanfaatkan sebagai gudang penyimpanan barang milik berbagai perusahaan, bukan untuk permukiman warga.
Menurutnya, luas bangunan gudang bervariasi, mulai dari sekitar 120 meter persegi untuk ukuran terkecil hingga sekitar 3.000 meter persegi untuk gudang berukuran besar.
Meski kawasan pergudangan tersebut telah lama beroperasi dan menampung ratusan perusahaan, Adhi menilai dampaknya terhadap masyarakat sekitar masih minim, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja.
“Kalau melihat jumlah perusahaan yang ada sekarang, bisa mencapai 800 sampai 900, tapi warga kami yang bekerja di dalamnya mungkin hanya sekitar 1 persen. Itu sangat kecil,” jelasnya.
Adhi mengungkapkan, pada awal berdirinya kawasan tersebut sempat ada warga yang bekerja di sejumlah perusahaan.
Namun, seiring waktu banyak perusahaan menerapkan sistem alih daya atau outsourcing, termasuk untuk tenaga keamanan dan operasional lainnya, sehingga peluang kerja bagi warga setempat semakin terbatas.
Terkait tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), ia menyebut kontribusi yang diberikan selama ini masih bersifat stimulan dan insidental, seperti penyerahan hewan kurban atau dukungan untuk kegiatan keagamaan.
“Kalau CSR yang benar-benar terstruktur dan berdampak jangka panjang, kami belum tahu secara jelas. Yang ada baru sebatas bantuan sosial pada momen-momen tertentu,” katanya.
Adhi berharap keberadaan kawasan industri di wilayahnya ke depan dapat memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan pemberdayaan warga sekitar.
“Kami berharap perusahaan bisa lebih melibatkan masyarakat lokal, baik dalam tenaga kerja maupun pemberdayaan lainnya. Karena secara wilayah, hampir seluruh kawasan itu masuk ke Kelurahan Setu,” pungkasnya. *Rhomi
