Tangerangupdate.com – Sejumlah warga merobohkan tembok pembatas Perumahan Daru Metropolis, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Kamis 22 Januari 2026.
Warga menilai jika keberadaan perumahan dan tembok tersebut memicu banjir yang merendam kawasan permukiman warga dan lahan persawahan di sekitarnya.
Menurut informasi, pembangunan Perumahan Daru Metropolis sejak awal telah memunculkan keresahan warga akibat dugaan penyempitan dan penutupan Kali Cijantungeun.
Merespons aksi massa tersebut, jajaran instansi lintas sektor dari dua wilayah, yakni Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, dan Kecamatan Jambe Kabupaten Tangerang, segera menggelar rapat koordinasi darurat bersama perwakilan Perumahan Daru Metropolis, pada Jumat 23 Januari 2026.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan rapat tersebut, ditemukan beberapa temuan jika bangunan filtrasi di aliran Sungai Cijantungeun yang didirikan pengembang dinyatakan tidak sesuai dengan ketentuan teknis yang diizinkan oleh instansi terkait.
Bangunan tersebut terbukti menghambat laju air karena mempersempit lebar sungai. Sehingga tidak mampu menampung debit air saat terjadi hujan.
“Kondisi ini mengakibatkan banjir yang berdampak pada beberapa rumah warga di Perumahan Daru Metropolis Kabupaten Tangerang serta lahan persawahan di Desa Babakan,” tulis akun Instagram Kecamatan Tenjo, dikutip Rabu 28 Januari 2026.
Kantor berita Tangerangupdate.com telah berupaya mengkonfirmasi dugaan pelanggaran tersebut kepada penanggung jawab pengembang Perumahan Daru Metropolis, Silvia. Namun hingga kini, silvia belum memberikan pernyataan seputar masalah itu.
